Waspada Tidur Mendengkur Gejala Asam Urat!

Bagi Anda yang mengalami masalah tidur disertai mendengkur atau sleep apnea diduga menjadi gejala asam urat. Benang merah antara sleep apnea dengan keluhan asam urat biasanya berhubungan dengan masalah obesitas.

Pada tahun 2007-2008, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyatakan, hampir enam persen dari pria dan dua persen perempuan di Amerika mengalami masalah asam urat. Pada jurnal Arthritis and Rheumatology, obesitas memainkan peranan penting dalam masalah sleep apnea dan asam urat.

Seperti dilansir Huffington Post, Kepala Penelitian Yuqing Zhang dari Boston University Clinical Epidemiology Research and Training Unit menyatakan, sleep apnea bisa meningkatkan risiko asam urat jika ada masalah dengan berat badan.

Penelitian tersebut melibatkan 10 ribu orang yang didiagnosis sebagai sleep apnea dari Inggris. Lalu, para peneliti membandingkannya dengan lebih dari 40 ribu orang tanpa keluhan sleep apnea dari jenis kelamin, usia, dan komposisi tubuh yang sama.

Selama setahun, ada 270 kasus asam urat, 76 di antaranya pengidap sleep apnea. Asam urat ditemukan pada orang dengan rata-rata usia 60 tahun. Penelitian tersebut menyimpulkan asam urat terjadi dua kali lebih banyak pada kelompok pengidap sleep apnea.

Bagaimana sleep apnea bisa menimbulkan gejala asam urat?

Perlu Anda ketahui, perlu waktu bertahun-tahun untuk kristal asam urat terakumulasi di sendi dan mengakibatkan rasa terbakar. Penderita asam urat juga biasanya merasakan nyeri yang intens dan pembengkakan pada sendi, sering kali di bagian ibu jari kaki.

Cara mendiagnosis apakah Anda menderita asam urat, biasanya dokter di rumah sakit jakarta terbaik akan memeriksa keberadaan kristal-kristal Natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melakukan tes, biasanya dokter akan bertanya mengenai gejala-gejala yang Anda alami, seperti:

– Lokasi sendi yang terasa sakit
– Seberapa sering Anda mengalami sakit tersebut
– Seberapa cepat gejalanya muncul
– Apakah di keluarga Anda ada yang menderita asam urat

Kembali pada korelasi sleep apnea dan asam urat, menurut Dr.Robert Thomas Keenan dari Duke University School of Medicine di Durham, Carolina Utara menyatakan, sleep apnea bisa saja tidak menyebabkan asam urat, tetapi menciptakan lingkungan yang ideal untuk asam urat terbentuk menjadi kristal persendian.

Untuk pencegahannya, masalah tidur sembari mendengkur ini bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti menurunkan berat badan atau menggunakan alat bantu selama tidur malam hari. Dalam hal asam urat, Anda juga bisa meringankan gejala dengan menempelkan kantung es pada bagian sendi yang terasa sakit. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat atas rekomendasi dari dokter di rumah sakit terbaik.

Asuransi Plus Investasi, Pilih Proteksi atau Profit?

Akhir-akhir ini banyak produk asuransi yang dikemas dalam produk yang berorientasi profit. Biasanya, produk asuransi yang dikombinasikan dengan investasi lebih mengutamakan segi profit dibanding manfaat proteksi. Untuk itu dilakukan pembagian premi dalam dua porsi, yaitu untuk proteksi dan investasi. Dan tak jarang, justru porsi proteksi lebih kecil dibanding investasinya. Sehingga justru dalam jenis asuransi yang demikian, manfaat proteksinya lebih kecil sedangkan investasi pun tidak cukup maksimal.

Kebanyakan orang memilih jenis asuransi yang demikian karena tak ingin rugi bila premi hanya untuk membayar proteksi, sementara risiko belum tentu terjadi. Dengan adanya unsur investasi, setidaknya premi yang dibayarkan tidak hilang seluruhnya saat ternyata risiko memang tidak terjadi. Ada prosentase pengembalian premi yang didapat dari hasil investasi yang terkadang lebih besar daripada hasil bunga tabungan di bank-bank konvensional.

Maka, banyak pihak yang menyarankan apabila ingin mendapatkan manfaat maksimal, pilihan jenis asuransi haruslah yang murni. Artinya, bila ingin mendapatkan proteksi, asuransi murni lebih maksimal dalam memberikan manfaat. Sedangkan apabila memang memilih profit, tentu instrumen investasi yang dipilih, bukan asuransi. Investasi bisa dilakukan melalui pembelian asset atau harta benda (seperti rumah, tanah, gedung, dan lain sebagainya), menginvestasikan modal pada suatu bisnis, atau bisa juga melalui investasi jual beli saham.

Namun, semua dikembalikan pada nasabah. Apakah memang lebih memilih manfaat proteksi, atau justru mengutamakan profit dari investasi atau memang memilih kedua-duanya. Dan bila memang itu yang menjadi pilihan, maka langkah yang tepat adalah memilih asuransi terbaik. Rekomendasi utama saat ini adalah asuransi Commlife, dimana jenis asuransi yang ditawarkannya sangat pas untuk memenuhi kebutuhan proteksi maupun profit. Komposisi antar keduanya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan nasabah, sehingga nasabah tak akan merasa rugi saat memperoleh manfaatnya.

Untuk Tune Up, Haruskah ke Bengkel Mobil?

tune-up

Agar mobil tetap selalu dalam kondisi prima, seringkali diperlukan langkah tune-up secara berkala. Apakah tune-up itu? Tune-up pada mobil merupakan kegiatan pemeriksaan mobil untuk mengetahui segala perawatan dan pencegahan yang perlu dilakukan. Dengan dilakukan secara berkala, tune-up akan memastikan bahwa mobil akan terjaga performanya serta dan untuk memperpanjang umur mobil itu sendiri.

Dengan kata lain, tune-up mobil adalah proses pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi mobi, agar diketahui mana saja yang memerlukan perawatan atau perbaikan. Proses ini sebaiknya dilakukan secara berkala terutama apabila mesin mobil digunakan rutin setiap hari. Untuk itu, langkah paling mudah biasanya para pemilik mobil langsung saja mengunjungi bengkel mobil untuk melakukannya. Selain lebih menghemat waktu, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak bengkel biasanya akan lebih cermat, karena dilakukan oleh teknisi berpengalaman.

Namun sebenarnya, tune-up juga bisa dilakukan sendiri oleh pemilik mobil. Ada dua langkah pokok yang perlu dilakukan, yaitu pemeriksaan dan tindakan. Dalam pemeriksaan, beberapa komponen yang perlu diperiksa diantaranya kondisi oli mobil, ban, wiper dan isi tabung wiper, oli transmisi, oli rem, air radiator, oli  power steering, gas, rem, kopling, lampu dan kelistrikan, filter udara, busi dan serpentine belt. Sedangkan tindakan yang dilakukan diantaranya ganti oli, memperbaiki rotasi ban mobil, serta penggantian komponen-komponen yang telah aus ataupun rusak. Kelihatannya cukup simple, bukan? Bila Anda menganggapnya demikian, maka mungkin ada baiknya Anda mempelajarinya lebih dulu dengan berdasar pada pedoman pabrikan mobil Anda. Semoga berhasil.